Babad Cianjur dan Kabayan Ngala Tutut Cerita Favorit Abah Cipulus Saat Berdongeng

Dikemudian hari, si pemuda dan putri kedua keluarga kaya tersebut hidup sangat bahagia dan dikarunia anak serta tinggal dirumah tinggalan orang tuanya, berbekal keilmuan dan keluhuran budi yang tertanam dalam dirinya serta warisan yang melimpah oleh orang tuanya terus dikembangkan dan srmakin maju dan sukses. Pada ahirnya juga Pemuda Adung mendirikan sebuah Pondok Pesantren sesuai dengan amanah Guru nya di Pesantren, dan sangat maju bahkan pemuda alim tersebut menjadi Ulama Besar yang sangat di segani oleh semua orang.

Continue Reading

Babad Cianjur dan Kabayan Ngala Tutut Cerita Favorit Abah Cipulus Saat Berdongeng

Oleh: H. Hadi M Musa Said** Ditulisan sebelumnya, tentang masa remaja Abah Cipulus yang dengan ulet atau telaten mempelajari seni ngadongeng. Dikesempatan yang sama Mang Yadi dan Mang Narya juga menceritakan kisah-kisah tentang kepiawaian Abah Cipulus dalam berdongeng. Mang Yadi bertutur bahwa Abah sangat suka dengan dongeng Babad Cianjur atau Geulis Cianjur katalanjuran, yang menceritakan […]

Continue Reading

Kiai dan Kota Muktamar sebagai Jejak Awal NU di Jawa Barat

Sampai muktamar NU ketiga di Surabaya, tahun 1928, hanya beberapa kiai Jawa Barat yang hadir, di antaranya KH Abdurrahman Menes (Banten), KH Muhyi Bogor, KH Abdullah Cirebon, dan KH Abdul Halim Leuwimunding, Majalengka. Namun, kiai yang disebut terakhir itu memang waktu itu beraktivitas di Surabaya sebagaimana KH Idris Kamali asal Cirebon yang hadir di Muktamar […]

Continue Reading