Ulama NU Mawa Urang NU Milu: Jampi ideologis Abah Cipulus Pendekar Sunda yang me-Nusantara

Oleh: Hadi M Musa Said** Tulisan ini dibuat pada hari Jumat (23/07/21) bersamaan Haul pertama Abah Cipulus karena belum selesai jadi saya posting sekarang, sebenarnya susah menutup tulisan tentang perjalanan dan menceritakan tentang teladan Abah. Rasanya baru kemarin Abah pergi meninggalkan kita semua untuk memenuhi panggilah Allah SWT, menghadap sang Khaliq yang InsyaAllah Abah sudah […]

Continue Reading

Sedikit Catatan Untuk Fenomena Beragama Tapi Tidak Bertuhan

Oleh: Hadi M Musa Said** Saya awali tulisan ini dari hasil obrolan dengan beberapa orang sahabat, terkait dengan maraknya berbagai macam kelompok mengatasnamakan Agama dengan sangat Formal, tapi tidak terlihat subtansi beragama-nya, hal ini tersebut menguat atau semakin berkembang pasca Reformasi 1998. Semakin banyak orang dengan bahasa hijrah mempelajari Agama Islam, bahkan ada yang mualaf […]

Continue Reading

Pesantren, Hyperealitas dan Dunia yang semakin Bising

Oleh : Sansan Saeful Millah** Abad 21 adalah abad penyatuan umat manusia dimana jarak dan waktu bukan lagi kendala bagi keberlangsungan kehidupan. Peristiwa di belahan dunia bisa diakses dalam hitugan detik dengan teknologi informasi, kecepatan informasi menembus setiap lini kehidupan dan menawarkan solusi kebutuhan lebih cepat. Inilah era teknologi. Namun tak dipungkiri disetiap perubahan selalu […]

Continue Reading

Tujuh Jalan Kebahagiaan menurut KH. Anhar Haryadi

Oleh: Haris Sopia Aji** “Jangan cari bahagia, tak akan ketemu. kau terjebak ilusi. Jangan tenggelam dalam kerumunan dan kultur. karena ia adalah simplifikasi. mediokrasi.ambil jalan sulit dan terjal tak berujung. hanya itu satu-satunya rayakan kehidupan. paradoksnya, sisifus malah berbahagia.” Tutur pemilik akun @narpatisutra di twitter.Kurang lebih begitulah 140 kata untuk menggambarkan bagaimana sulit dan panjangnya […]

Continue Reading

Warisan Teladan KH.Adang Badruddin

Oleh: Dr Aceng Abdul Qadir** “Abah Cipulus adalah teks. Tiap orang akan memahami teks sesuai sudut pandang dan pengalamannya. Ia mungkin disalahpahami, mungkin juga dipahami secara benar. Sebagai sebuah teks, Abah telah tiada. Tidak bisa dikonfirmasi lagi perihal ini dan itu. Satu-satu cara agar kita tidak keliru memahaminya adalah dengan menjadikan ruang dan waktu yang dialami […]

Continue Reading