Petani nasibmu kini, Tersingkir di negeri sendiri

Culture Nasional Politics

Adhe Bagus Said**

Petani adalah penolong Negeri, begitulah pesan Hadratusyaikh KH Hasyim Asy’ari, pendiri Jam’iyah NU yang begitu Cinta NKRI, Ulama besar Negeri ini yang begitu disegani..

Petani Nasibmu kini, begitu jauh dari sentuhan para penguasa Negeri, seringkali hanya dilihat tanpa ada perubahan yang pasti, hanya jadi obyek para politisi saat beraksi, jual beli isu atas nama harga diri.

Petani nasibmu kini, terjepit diantara para politisi penguasa Negeri, rentenir dan tengkulak yang makin menjadi-jadi, menghitung laba diatas keringat air mata dan darah para petani.

Petani Nasibmu kini, berdiri diantara aturan yang tak pernah bisa dimengerti, kebijakan pertanian yang tak pernah berpihak dan terus.menyakiti, membiarkan para perampas hak dasar yang harusnya dipenuhi.

Petani nasibmu kini, sungguh malang tanpa pernah ada apresiasi, selalu dikorbankan hanya untuk sekedar mempertahankan pangan atas nama data dan kalkulasi, hitungan kotor para saudagar tanpa hati.

Petani nasibmu kini, masih adakah sawah dan ladangmu akan kau tanami, atau terpaksa kalian jual hanya untuk pertahankan hidup dan nasibmu hari ini, dimana Negara hadir membelamu atau malah membiarkan sampai kalian mati.

Petani Nasibmu kini, kenapa kalian harus tersingkir di Negerimu sendiri, padahal kalianlah pejuang sejati, pejuang dan penyelamat negeri, yang selama ini menanam untuk keberlangsungan ibu Pertiwi.

Petani nasibmu kini, dimana para penguasa pemegang kuasa menterinya para Petani, DPR nya yang biasa mewakili, atau mereka sedang asik dengan dirinya sendiri, diatas empuknya jabatan dan deretan kursi..

Petani nasibmu kini, kalian adalah pahlawan di negeri ini, pahlawan yang sebenar-benarnya tanpa basa basi, pahlawan yang ikut mendirikan negeri ini, pahlawan yang tak lelah merawat Tanah Air kami.

Petani nasibmu kini, pahlawan yang terus menjadi benteng garda terdepan pangan dinegeri kami, pahlawan yang berjuang tanpa henti, pahlawan yang punya saham terbesar di negeri ini.

Petani nasibmu kini, kalian adalah pemilik Negeri, pendiri bangsa ini, bangkitlah, lawanlah ketidakadilan atas hilangnya generasi Petani, generasi yang seharusnya terus ada untuk meneruskan sejarah terbaik di negeri ini.

Petani nasibmu kini, jauhilah para perampas sawah ladangmu, lawanlah, jangan biarkan mereka atas nama pembangunan mereka tak manusiawi, atas nama kemajuan mereka telanjangi petani.

Petani nasibmu kini, atas nama teknologi mereka gusur tanah-tanah petani, atas nama kekuasaan mereka habiskan negeri yang ditopang dan dijalankan oleh para Petani, tugas dan amanah yang mulya tapi terus dikebiri.

Petani nasibmu kini, siapkan lah regenerasi jangan biarkan kekuasaan yang serakah menindas hak-hak mu di negeri yang punya pancasila sakti, jangan biarkan atas nama kewajiban mereka paksa kalian untuk menyerahkan nasib anak negeri.

Petani nasibmu kini, begitu jauh dari harapannya, mimpimu hilang ditelan para durjana, cita-cita kalian ditenggelamkan, dirampas para petualang di negeri ini.

Petani nasibmu kini, bangunlah, bangkitlah, satukanlah kebersamaan, biarkan hati saling menguatkan, terikat atas nama cinta petani, berbisiklah, untuk terus berjalan beriringan.

Petani Nasibmu kini, tetaplah berdiri diatas tanah dan air NKRI, daulatkan lah hak Petani, tunaikanlah kewajiban para penguasa Negeri, agar negeri ini terselamatkan dari bencana hilangnya para generasi Petani.

Ketua Bidang Pertanian PP GP Ansor**

Leave your vote

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *