Alumni, Pesantren dan Lebaran Santri

Fragmen



Ada tradisi yang mungkin ini hanya ada di Pesantren-Pesantren NU, satu tradisi dimana setiap menjelang Haul disebuah pesantren biasanya banyak sekali kegiatan-kegiatan dan yang direncanakan oleh para Alumni nya, untuk ikut meramaikan sekaligus bersyukur atas nikmat yang telah didapatkannya, dan yang pasti doa bersama untuk para Pendiri Pesantren, hal ini tidak lepas dari nilai-nilai yang di yakini oleh para Ulama dan Santri yang mengandung keberkahan, demikian juga di Pesantren  Al Hikamussalafiyah Cipulus Wanayasa Purwakarta.

Sebuah tradisi yang harus terus dilestarikan dan dikembangkan untuk bisa menjadikan tradisi kebaikan, walaupun ada sebagian orang mengatakan bid’ah karena mungkin ada sisi lain yang membuat mereka mengatakan bid’ah, seperti dalam rangkaian Haul itu biasanya ada agenda ziarah kubur atau kepada makam para pendiri Pesantren secara berjamaah untuk berkirim doa sekaligus memohon keberkahan kepada Allah SWT melalui wasilah para Alim Ulama yang sudah wafat dan biasanya di Makamkan di sekitar atau lingkungan Pondok Pesantren.

Selain Agenda doa bersama seringkali momentum Haul juga dijadikan sebagai ajang Reuni antar Alumni yang berkumpul di Pesantren untuk saling bersilaturrahim dan menyapa satu sama lain dan melepas kangen karena setahun tidak bertemu atau bahkan lebih.

Diluar kegiatan formal, Haul Pesantren yaitu berkirim Doa bersama tahlil Akbar dan reuni para Alumni tentu banyak kegiatan yang lainya seperti bazar, bakti sosial, santunan anak yatim, lomba baca kitab, lomba yang sifatnya hiburan antar asrama atau antar kamar (Kobong) di masing-masing Asrama, juga kegiatan yang lainya.

Satu tradisi yang sangat baik untuk terus memberikan pengajaran pada generasi yang terus berganti, satu pelajaran dimana Haul seringkali juga disampaikan tentang kisah-kisah teladan yang diceritakan oleh para orang tua kerabat saudara yang masih hidup yang menceritakan tentang kisah baik dari sohibul Haul yang diperingati teladan inilah yang dijadikan ibrah atau contoh untuk generasi setelahnya, tentu ini menjadi sangat penting karena sejarah selalu mencatat zamanya masing-masing dan melahirkan tokoh nya.

Pesantren Cipulus pun setiap bulan Muharam minggu terahir selalu menjadi jadwal rutin tanpa harus diundang.

Menyelenggarakan Haul Pesantren ditengah suasana pandemi covid 19 memang qgak berbeda kita harus menyiapkan hal lain yang selama ini tidak di lakukan misal dengan protokol Kesehatan yang ketat untuk tidak terjadinya penularan wabah corona terhadap Santri dan masyarakat sekeliling, tapi tidak mengurangi kehikdmatan peringatan Haul para pendiri Pesantren yang sydah berumur 181 tahun tepatnya pesabtren Cipulus berdiri tahun 1840 M

Sejarah selalu menemukan cerita dan peristiwanya masing-masing yang menjadi penanda dari sebuah zamannya, hal inilah yang menjadi tanda dan ingatan kita semua bahwa hidup ibarat antrian yang semua oang akan kembali ke yang menciptakan  bahwa tugas manusia di Bumi Allah SWT hanya sememtara bahkan sangat singkat, dam tugas kita sebagai manusia, sebagai Khalifatullahi fil Ardi adalah bagaiama.menjalani takdir dengan penuh kebahagiaan dan tanggungjawab sebagai manusia

Manusia adalah mahluk sosial yang punya keinginan dan harapan setiap tahun pada sisi lain kehidupan nya butuh yang namanya sosialisasi dan pengakuan sebagai Manusia yang punya tanggungjawa dan tentu saling ingin melepas kangen skaligus saling mendoahkan satu sama lain

Disitulah manusia yang Santri ini ingin terus merawat kegiatan-kegiatan seperti Haul dan lainya yang mendatangkan para Alumninya, mereka tidak siundang secara langsung tapi bentuk pertanggungjawaban sebagai Alumni sebuah Pesantren adalah hal yang wajar dan sangat baik

Mereka para Alumni pesantren datang dengan sendiri tampa harus di undang secara gormal, inilah yang di namakan kesadaran bersama, solidaritas bersama dalam membangun kebersamaan yang lebih baik lagi

Ahirnya Haul memang sudah menjadi tradisi dikalangan Pesantren atau bisa kita katakan Lebaranya para Santri untuk kembali melihat dan tidur kembali di Pesantren, merasakan kembali masa-masa belajar dan menuntut Ilmu, tieur di ubin, ketiduran saat mengaji, berdesak-drsakan dalam kamar, mengantri saat mau mandi, berangkat bersama ke Sekolah atau ngopi bersama di kantin-kantin pesantren, yang seringkali berhutang kalau belum dapat kiriman

Itulah santri bereuni atau berlebaran saling bercetita satu sama lain, menanyakan kegiatanya apa, ketja dimana, dudah buka oesantren belum atau punya majelis mengajar ngaji semua bercengkerama seolah mengembalikan ingatan saat-saat tinggal di Pesantren, dan rekaman di memori otak kepalanya seolah betputar lagi ke masa dimana masih di Pesantren, bersrnda gurau tertawa saling mengejek tapi sambil tertawa, semua sama saling bertegur sapa, bersliweran di jalanan lingkungan pesantren, wajah- yang sumringah dan bercahaya terlihat betul kegembiraanya

Akhirnya selamat menikmati berlebaran Santri para Alumni Pesantren, dan menikmati suguhan makanan seadanya yang biasanya disuguhkan oleh para dewan pengasuh pesantrenya masing-masing, dan kalian adalah pemandu dan pelaku sejarah terbaik buat diri kalian sendiri, selamat dan salam Santri Hebat Indonesia Kuat

Hadi M Musa Said
Santri Abah Cipulus

Leave your vote

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *