Abah Cipulus, Aktivis NU dan Reformasi

Dunia Islam History News Pesantren

Oleh: H. Hadi Musa M Said, M.Si**

Awal Reformasi adalah terbukanya ruang demokrasi yang diharapkan oleh hampir seluruh Rakyat Indonesia dan hal ini tentu menjadi tolak ukur gerakan-gerakan Mahasiswa dan Kepemudaan diberbagai daerah di Indonesia, Ormas Kepemudaan dan kelompok-kelompok yang pro terhadap Demokrasi dan Kebebasan berpendapat bergerak dengan masif, konsolidasi diberbagai daerah oleh kelompok masyarakat, Pemuda dan Mahasiswa dilakukan dimana-mana.

Hal ini juga tidak lepas di daerah Purwakarta yang dijadikan beberapa kali pertemuan oleh beberapa kelompok aktivis muda NU untuk mengkonsolidasikan kekuatan Jaringan baik Kader atau Jam’iyah di Jawa barat,

Beberapa organisasi anak muda NU sepert Ansor, PMII, Fatayat IPNu IPPNU di Jawa barat pun seringkali bertemu di Pesantren Cipulus baik melakukan Kaderisasi ataupun untuk berkonsolidasi mematangkan Program dalam Organisasi, baik tingkat Nasional ataupun tingkat Jawa barat dan Kabupaten

Ada cerita sekitar tahun 2000 an ada Kaderisasi Mahasiswa NU yang tergabung dalam PMII mengadakan Penerimaan Anggota Baru atau MAPABA PMII, dan waktu itu sempat didatangi pihak Kepolisian dan tentara dan di gerebeg pihak keamanan, karena dikira melakukan pertemuan yang membahayakan keamanan, sebagian cerita lainya dikira adanya pelatihan teroris karena memang waktu itu ada pelarian teroris yang meelarikan diri kearah pegunungan Burangrang, nah disitulah Abah hadir memberikan penjelasan sekaligus Jaminan bahwa pertemuan itu adalah Pelatihan anak-anak muda NU yang sedang melaksanan acara pelatihan dan silaturrahim biasa atau kumpulan anak-anak muda NU yang sedang melakukan Penerimaan Anggota Baru

Hubungan Abah dengan para Aktivis NU memang sangat dekat terbukti di setiap acara apapun yang diadakan apalagi di Cipulus bisa dipastikan Abah mendukung dan pasang Badan untuk menjamin segala sesuatunya bahkan keamananya dan urusan lain-lainya, seringkali Abah juga menekankan kepada Anak-anak dan Keluarga Besar Ponpes Cipulus untuk ikut berkontribusi dan membantu sukses dan lancarnya Acara ke NU an

Disinilah jiwa Aktivis dan Sosial Abah menjadi teladan dan Inspirasi bagi Kami keluarga besar dan tentu bagi Jamaah NU dan para Santrinya,

Abah adalah contoh nyata dari sebuah kehidupan, teladan yang menjadi panutan, betul-betul terlihat apalagi kalau berbicara NU tidak ada yang meragukan, bahkan Abah mewajibkan Santri Cipulus kalau sudah pulang kerumah harus aktif di lingkungan Nahdlatul Ulama, mau di IPNU, IPPNU, PMII, GP ANSOR, Fatayat NU dan lainya

Abah sendiri pernah menjadi Rois Syuriah PC NU Kabupaten Purwakarta 2 periode dan sampai beliau Wafat masih menjabat sebagai Wakil Rois Syuriah PW NU Jawa Barat, mudah-mudahan menjadi Jariah amal buat Almaghfurllah Abah Cipulus, hal inilah yang terus menerus mengingatkan kita sebagai murid dan Santri nya Abah untuk tidak boleh lepas dari Ulama dan NU sebagai Organisasi nya para Ulama Ahlussunah Wal Jamaah Annahdliyah, seperti jargon Abah yang seringkali di ucapakan dalam setiap kesempatan

“Ulama NU Mawa, Urang NU Milu”

Dalam kesehariannya Abah pun terus menerus mengajarkan bukan hanya pada perkataan atau ceramah-ceramah tapi dalam setiap pengajian rutinan yang di asuh nya dan juga kepada semua Santrinya melalau Syiiran dan berbagai prilaku keseharian yang di praktekan oleh Abah dengan penuh tuntunan.

Abah itu dekat dengan siapapun dari tukang bangunan hingga Presiden, gaya ceramah nya yang menyenangkan, penampilanya yang sederhana, apa adanya, isi ceramahnya yang ringan, Khas Kyai Ajengan NU dan Pesantren, menunjukan kedalaman Ilmu Beliau yang sangat luas dan penuh hikmah

Seringkali kita yang masih tergolong muda merasa malu dengan semangat Abah yang luar biasa dan terus memberikan motivasi kepada kita, betapa besarnya jasa Abah Cipulus kepada kita semua dan sudah seharus nya kita meneruskan perjuangan dan cita-cita besar beliau dalam banyak hal dilingkungan Nahdlatul Ulama dan lainya

Terimakasih Abah telah mengajarkan kami tentang bagaimana menjadi manusia yang lebih berarti dan berani dalam menjalankan Tugas Kemanusiaannya, mudah-mudahan kami bisa terus menteladanimu Abah dalam berbagai hal Kehidupan.

Wallahu a’lam bishowab

Cipulus 8 Agustus 2020

tulisan ini pernah dimuat di www.cipulusnews.com

Leave your vote

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *