PB PMII dan JAMPMII kompak kutuk aksi Terror di Makassar

Dunia Islam Nasional News Politics Warta

Cipulus Purwakarta, burangrangnews.com -Ledakan bom bunuh diri yang terjadi depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Minggu (28/3/2021), membuat masyarakat shock akan serangan secara tiba-tiba ini.
Dilansir dari Kompas.com Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan, pelaku bom bunuh diri di halaman Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, merupakan pasangan suami istri.

Ledakan ini mendapat kecaman banyak pihak. Tidak terkecuali Ketua Umum PB PMII M Abdullah Syukri yang barusaja terpilih pada gelaran Kongres PMII 17-25 Maret 2021 silam.
Dalam keterangan persnya ketua Umum PB PMII M Abdullah Syukri menuturkan mengutuk keras tindakan bom bunuh diri yang dilakukan sekelompok orang di Gereja Katedral Makassar.

Selain itu, PMII siap menjadi garda terdepan melawan segala bentuk gerakan terror dan segala bentuk ancaman lainnya yang berusaha merongrong keutuhan Pancasila dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Kita harus lawan. Segala bentuk apapun yang memang mengancam kedaulatan NKRI,” Tutur pria yang akrab disapa Mas Dede.

Dikutip dari Akun Instagram @pmiiofficial Lebih lanjut Gus Abe menyatakan sikapnya terhadap terror bunuh diri tersebut yaitu:

  1. Melawan segala bentuk upaya aksi terorisme yang mengatasnamakan Agama yang dapat merusak kerukunan umat beragama.
  2. Mengutuk keras aksi biadab bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar yang dilakukan jaringan kelompok/ organisasi tertentu.
  3. Mendesak kepolisian dan aparat penegak hukum untuk mengungkap latarbelakang aksi kekerasan yang dilakukan ditempat ibadah.
  4. Meminta kepada para tokoh agama untuk terus meningkatkan pola pengajaran agama secara baik dan menekankan pentingnya beragama secara moderat dan rahmatan lil alamin.

Sementara itu, dihubungi secara terpisah, Koordinator Nasional Jaringan Alumni Muda Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (JAM PMII) Hadi M Musa Said mengungkapkan keprihatinannya karena masih banyaknya aksi terror di Indonesia khususnya yang bermotif agama.
“Tentu saja kita sangat prihatin melihat masih banyaknya aksi terror terlebih Agama selalu dijadikan argumentasi oleh pelaku untuk melegalkan kekerasan atau tindakan terrorisme tersebut” Ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Bang Adhe tersebut juga mengajak masyarakat untuk tidak pernah takut serta aktif melawan berbagai macam gerakan yang berujung pada tindakan terrorisme.
” Kita sedikitpun tidak boleh takut, kesuksesan mereka adalah membuat kita (masyarakat Indonesia) ketakutan terhadap tindakan yang mereka lakukan, kita harus tetap waspada dan aktif terlibat melawan aksi-aksi tersebut” Pungkasnya.

Dihubungi melalui jejaring aplikasi pesan singkat, Bang Adhe juga meminta kepada institusi yang berwenang khususnya aparat penegak hukum untuk mengungkap motif aksi terror tersebut serta membasmi jaringan terorisme sampai ke akar-akarnya sehingga tidak ada lagi aksi-aksi yang mengganggu keutuhan persatuan antar umat beragama atau masyarakat Indonesia. Tutupnya.

Leave your vote

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *